Kamis, 24 Juli 2014

Rindu, tangis, kecewa (cinta?)

Selamat malam. Sunyi sekali hari ini sama seperti pertama kali kau tinggalkan aku sendiri.
Ya kamu harusnya masih ingat hari itu dimana kau mengabaikanku begitu saja , kau seperti menusuk hatiku dengan pisau sembilu. Ah, tapi mungkinkau sudah lupa ya? Tapi aku tak heran kok bila kamu seperti itu. Satu tahun mengajarkanku untuk mengenalmu lebih dalam tapi tak pernah benar-benar dalam karena kau selalu menutup rapat-rapat jati dirimu yang misterius itu. Kalau kau tanya kenapa aku begitu ingin tahu tentangmu baiklah begini, tanya pada orang-orang yang sedang jatuh cinta coba tanya apa yang ia lakukan saat ia jatuh cinta pasti jawaban salah satunya ingin mengetahui lebih dalam tentang orang yang dicintainya.  
Aduh mungkin aku terlalu blak-blakan menyebut ini ah tapi biarlah bukankah kau tak peduli apa yang kurasa? Oh ya kau tahu tidak untuk yang entah keberapa kalinya aku memimpikanmu, di mimpi itu aku seperti menjelma bak putri yang hidup bahagia dengan pangerannya dan kau tahu kau yang jadi pangerannya hahaha kau mungkin tertawa bila membaca  tulisan ini  bila kau tahau tulisan ini untukmu tapi yang jelas kurahasiakan namanya. Kau tahu tak apa ya maksud dari orang yang sering mimpikan orang lain. Mungkin berarti dia terlalu membeci atau sebaliknya terlalu mencintai atau bisa saja terlalu rindu akan sebuah pertemuan.
 Ya ya untuk kesekian kalinya aku mengaku kalau aku merindukanmu, aku begitu memalukan ya mengatakan ini, tapi buat apatoh kamu tak mungkin tahu kalau aku yang selama ini diam-diam sebagai penikmat senyummu. Ah, kalau sudah rindu begini aku pasti ingat satutahun yang lalu saat hujan malam itu, ah kamu harusanya ingat ini, ini benar membekas di otakku.
Malam itu saat hujan dengan egoisnya mengeluarkan semua air yang ia punya. Kau menemaniku walau  hanya sebatas saling pesan tapi sungguh itu cukup menyenangkan hatiku. Kau menghiburku dengan lelucon-lelucon konyolmu yang mungkin hanya aku satu-satunya yang tak bosan mendengar leluconitu karena kau yang menceritakannya walau sejujurnya aku sudah pernah dengar lelucon itu. Hingga larut malam kau masih terus membalas pesan "cari perhatian" ku itu. Ahaha sudah sudah tulisanku sudah terlampau panjang, semuanya bisa terbuka bila ku lanjutkan cerita ini, dadah selamat malam :))

17-06-2014 19:01 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar