Tampilkan postingan dengan label Gray Ring. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gray Ring. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Oktober 2016

Dikejar Orang Gila


Debar jantungku belum habis, saat menulis cerita ini.
Tapi tidak apa, aku akan terus menuliskannya.
Hari ini entah akan jadi mimpi buruk atau kenangan yang bisa aku dan teman-teman tertawakan saat reuni nanti. Bagaimana tidak,
Hari ini kami dikejar orang gila! Eh biarku ralat, terlalu kasar aku rasa.

Minggu, 02 Oktober 2016

Sakitlah! Sesakit-sakitnya.

Saya ingin tidur lebih awal hari ini.
Melepas semua beban yang saya rasakan di hati.
Dan entah bagaimana, hari ini semesta seperti mendukung  saya untuk berhenti. Berhenti mengharapkan pada dia yang tak pasti.

Ketika Kegagalan Memelukmu

Suatu waktu, salah seorang teman saya pernah bertanya, “Bagaimana cara agar kita tidak terlampau sedih saat kita gagal?”

Minggu, 04 September 2016

Pelengkap Iman

Beberapa hari ini, saya sedang menyiapkan sebuah cerpen untuk ikut salah satu kompetisi menulis. Dan tema yang disodorkan oleh panitia adalah seputar berjilbab.
Dari proses menulis cerpen yang sekarang saya masih bingung apa judulnya, saya menemukan banyak pengalaman inspiratif, yang saya dapatkan dari berbagai sumber seperti internet, juga teman saya sendiri.

Rabu, 24 Agustus 2016

(bukan) Takdir yang Salah

Jikalau di setiap musibah, syukur lebih kudahulukan. Maka musibah yang lain tentu tidak datang dengan gampang.

Minggu, 21 Agustus 2016

Ke(Nanga)n



“Ada Nanga dalam hidup Ken. Namun, sekarang semua itu tak lebih dari sekedar kenangan.” Tulisku di buku catatan kecil, tempat aku biasa menulis racikan kopi baru yang biasa kutawarkan pada pengunjung kedai.
Nanga tetap menjadi segelas kopi luwak favoritku.  Segelas kopi istimewa, yang punya caranya sendiri, untuk membuatku jatuh cinta tanpa henti, dengan candu aroma ya yang membuat hatiku terus bergelora.
Tidak peduli, walau ia sekarang justru meminta jus ketika berkunjung ke kedai kopiku.

Kamis, 02 Juni 2016

Surat Untuk Masa Lalu



Dia datang lagi. Ya dia yang beberapa tahun lalu, hampir menjadi alasan saya tidak bisa tidur malam, hanya karena dia terus “hidup” di pikiran saya.
Dia'masa lalu datang lagi....  

Selasa, 31 Mei 2016

Memori yang Lupa Kau Bawa Pergi

Sebaiknya memang begini. Kita tidak saling menghubungi. Menciptakan ruang dalam masing-masing hati. Agar tidak ada yang tersakiti. Dan memang begini bukan tujuanmu, ketika akhirnya kamu memutuskan beranjak pergi. Menyisakan memori kenangan juga sesak di malam hari. 

Kamis, 12 Mei 2016

Teman Setia


Pada sepi, kucurahkan segala lara
Sebab hanya ia yang bersamaku tanpa jeda
Kemudian, mendekapku menawarkan asa
Lalu meluruhkan segala duka
Hingga membuatku lupa
Apa itu makna kecewa
Padanya kuserahkan pula rasa cinta
Sebab hanya dia yang berjanji ‘kan setia
Hingga akhir masa
Tanpa khianat yang menyayat rasa
Sepi, jangan kau tinggalkan aku dengan tega
Hingga nanti ajal sudi untuk bersua


Dikuasai Kekosongan


Akan selalu tiba masanya, ketika kita mencapai titik bosan dalam hidup, ketika hidup hanya mengalir begitu saja, tanpa ada kelokan, atau bebatuan besar yang menghambat jalan. Kita mungkin akan merasa kosong. Butuh suatu lompatan besar, setelah sekian lama hanya jalan di tempat.
Masih coba kuusir sisi kosong yang menguasai. Agar mimpiku, segera punya ruang sendiri.

Rabu, 11 Mei 2016

Cerita Tentang Hujan



Aku Tunggu Kamu Datang Merapat, Walau Hujan Tidak Terlihat,

Aku tidak membenci hujan. Tapi, bukan berarti aku menyenanginya. Aku hanya tidak menyukainya, ketika rintik hujan bermetamorfosis menjadi hujan badai yang lebat. Sebab saat itulah, aku akan teringat tentang kamu.

Rabu, 04 Mei 2016

Salam Dari Aku yang Pernah Menyemogakan Kamu Menjadi Imamku



Bagaimana kabarmu? Semoga selalu dalam lindungan Sang Pecipta. 

Lagi-lagi aku hanya bisa mendoakan kamu di antara sekat jarak yang memisahkan ruang di antara aku dan kamu. Dalam tulisan ini, aku tak mau menyebut kata kita, karena aku takut, sebutan “kita” hanyalah ilusi yang kuciptakan sendiri , yang hanya untuk membahagiaakan diriku sendiri, yang hanya untuk menghibur diriku sendiri, yang sebenarnya tak ada sama sekali. Selain hanya kosong dan melompong.
Jarak dan waktu tak akan berarti, karena kau akan selalu dalam doaku pada Illahi.

Minggu, 17 April 2016

Namaku Sering Disebut Mereka Para Pejuang Jarak



Namaku Rindu. Aku terlatih untuk menunggu. Namun terkadang juga tertatih. Sebab tak kuasa menahan luka hati yang perih. 

Minggu, 10 April 2016

Saya Masih Menunggu Jawaban dari Tuhan, Tentang Kapan Kamu Pulang?

Selamat malam, semoga hatimu tetap  tentram. Walau aku sudah gelisah tiap malam, mendoakanmu agar selalu dalam lindungan Tuhan.