Kamis, 24 Juli 2014

Mungkinkah Cemburu?



Ini bukan pertama kalinya aku merasakan hal seperti ini. Terlalu berlebihan mungkin tapi benar aku sungguh tak suka ada wanita yang dekat denganmu.
Entah mengapa, aku begitu malu menyebut ini cemburu. Cemburu bukankah hanya berlaku pada orang yang sudah saling memiliki? Sedangkan hubungan kita tak lebih hanya sebatas kakak-adek saja. Bukankah ini begitu menyesakkkan dadaku. Setiap malam aku harus terus menahan peluh yang memaksa keluar dari bola mataku. Karena aku sudah berjanji pada diriku sendiri aku tak akan pernah menangisi lelaki (lagi). Karena untuk apa harus menangisi seorang pria bila akhirnya aku hanya akan ditinggalkan akhirnya.
Sesak rasanya mengetahui kau banyak penggemarnya, tolong jelaskan padaku, yang sering bersamamu itu siapa? Apa dia wanitamu atu hanya sebetas "teman"mu? Ah aku benar-benar begitu cemburu. Kau sendiri juga menyebalkan, tak pernah mau berusaha menjelaskan padaku apa dia wanitamu atau hanya temanmu. Haha tapi untuk apa kau menjelaskan padaku bila kita tak pernah ada hubungan sampai kesitu, ke hubungan yang lebih dari kakak-adekan, kehubungan yang saling menjaga salingmengerti saling melengkapi untuk saling membahagiakan satu sama lain. Ah begitulah yang kuimpikan, begitu tinggi ya? Ini mungkin seperti fatamorgana dalam bayanganmu.
 Tapi aku tak apa walau ini hanya mimpi, bermimpi saja sudah begitu membahagiakanku bagaimana kalau kau membuat itu jadi nyata? Haha kau mungkin tertawa atas permintaanku yang konyol ini. Oh ya kemarin lagi-lagi wanita itu menyebut namamu dalam sebuah status barunya di media sosial. Kau tau bagaiaman raut mukaku saat itu, rasanya ingin sekali aku mendatangi wanita itu dan berkata, bahwa kau milikku. Tapi hatiku menyadarkanku, kau sama sekali belum (pernah) jadi milikmu. Haha rasanya ingin sekali menangis sambil mendengar alunan melodi lambat,mengingatkanku bahwa kau bukan milikku. Sakit sekali ternyata rasanya mengetahui kenyataan, pahit benar. Tak seindah palsunya. Nyatanya benar kau bukan milikku.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar